Monday, August 22, 2022

Gastifikasi Uap Boiler untuk Produksi Jamur Merang

 1. Mengenal Jamur

          Jamur dalam bahasa daerah disebut dengan supa atau dalam bahasa inggris disebut mushroom termasuk golongan fungi atau cendawan. Menurut masyarakat awam, jamur adalah tubuh buah yang dapat dimakan. Sementara itu, menurut ahli mikologi, jamur atau mushroom adalah fungi yang mempunyai bentuk tubuh buah seperti payung. Struktur reproduksinya berbentuk bilah (gills) yang terletak pada permukaan bawah dari payung atau tudung. Jamur merupakan organisme yang tidak berklorofil dan termasuk ordo Agaricales dan kelas Basidiomycetes.[2]

          Kehidupan jamur berawal dari spora (basidiospora) yang kemudian akan berkecambah membentuk hifa yang berupa benang-benang halus. Hifa ini akan tumbuh ke seluruh baguan media tumbuh. Dari kumpulan hifa atau miselium akan terbentuk gumpalan kecil seperti simpul benang yang menandakan bahwa tubuh buah jamur mulai terbentuk, simpul tersebut berbentuk bundar atau lonjong dan dikenal dengan stadia kepala jarum (pinhead) atau primordia. Simpul ini akan membesar dan disebut stadia kancing kecil (small button). Selanjutnya stadia kancing kecil akan terus membesar mencapai stadia kancing  (button) dan stadia telur (egg). Pada stadia ini tangkai dan tudung yang tadinya tertutup selubung universal mulai membesar.Selubung tercabik, kemudian diikuti stadia perpanjangan (elongation). Cawan (volva) pada stadia  ini terpisah dengan tudung (pileus) karena perpanjangan tangkai (stalk). Stadia terakhir adalah stadia dewasa tubuh buah.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1.1.

          Pada stadia kancing yang telah membesar akan terbentukbilah. Bilah yang matang akan memproduksi basidia dan basidiospora, kemudian tudung membesar. Pada waktu itu, selubung universal yang semula membungkus seluruh tubuh buah akan tercabik. Tudung akan terangkat ke atas karena memanjangnya batang, sedangkan selubung universal yang sobek akan tertinggal di bawah dan disebut cawan. Tipe perkembangan tubuh buah seperti ini disebut tipe angiocarpic.[2]

Pada tipe perkembangan yang lain, yaitu gymnocarpic, lapisan universal tidak terbentuk. Sisi dari pembesaran tudung dihubungkan dengan batang oleh selubung dalam.Pada waktu bilah membesar, selubung dalam tercabik dan melekat melingkari batang membentuk cincin atau anulus. Sebagai organisme yang tidak berklorofil, jamur tidak dapat melakukan proses fotosintesis seperti halnya tumbuh-turnbuhan.[2]

Dengan demikian, jamur tidak dapat memanfaatkan langsung energi matahari. Jamur mendapat makanan dalam bentuk jadi seperti selulosa, glukosa, lignin, protein, dan senyawa pati. Bahan makanan ini akan diurai dengan bantuan enzim yang diproduksi oleh hifa menjadi senyawa yang dapat diserap dan digunakan untuk tumbuh dan berkembang. Semua jamur yang edlbel (dapat dimakan) bersifat saprofit, yaitu hidup dari senyawa organik yang telah mati. [2]

Gambar 1.1 Siklus hidup jamur merang angiocarpic

Gambar 1.1 Siklus hidup jamur merang angiocarpic

2  Budi Daya Jamur Merang

Di Hongkong, budi daya jamur merang secara tradisional (di luar kumbung) hanya dapat dilakukan pada bulan Mei-Oktober.Sementara itu, pembudidayaan jamur merang secara modern (di dalam kumbung) dapat berproduksi sepanjang tahun.Oleh karena itu, untuk tujuan komersial, budi daya jamur merang secara modern atau yang dilakukan di dalam kumbung lebih banyak dipilih. [2]

 

Gambar 1.2 Jamur Merang

2.1  Media tumbuh

Bahan yang digunakan sebagai media tumbuh untuk menanam jamur dengan cara modern atau semimodern dapat bermacam-macam. Bahan yang biasa digunakan dan memberikan hasil produksi tinggi adalah limbah kapas dan jerami padi. Limbah kapas merupakan zat pembakar untuk membakar, sedangkan jerami merupakan bahan untuk pelapukan. [2]

Jerami yang digunakan harus segar seperti halnya yang digunakan dalam pembudidayaan di luar kumbung. jerami tersebut dapat di potong-potong atau tidak. Sementara itu, limbah kapas yang digunakan merupakan bahan sisa dari pabrik pemintalan.[2]

Media tumbuh jamur merang merupakan kompos atau hasil pelapukan dari campuran limbah kapas dan jerami dengan perbandingan 1:2 atau 1:1 ditambah 1-2% kapur pertanian.[2]

Bahan-bahan tersebut dicampur merata dan direndam dalam air selam 2-3 jam atau 24 jam, kemudian di peras dan ditumpukkan dalam ruangan dengan dasar lantai semen. Tumpukan tersebut membentuk timbunan berukuran 1,5 m x 1,5 m x 1,5 m. kemudian timbunan ini ditutup dengan selubung plastik dan dibiarkan untuk fermentasi selama 4-6 hari.[2]

 

2.2  Kumbung

          Kumbung dapat dibuat dengan rangka besi dan dinding plastik, rangka bambu serta dinding dan atap plastik, rangka bambu dengan dinding duan nipah atau gibig dan atap plastik, ataupun bangunan batu permanen. Ukuran kumbung yang ideal adalah lebar  4 m, panjang 6 m, dan tinggi 2,5 m.[2]

     


Gambar 1.3 Bangunan Jamur Merang


     Kumbung yang digunakan terdiri dari dua baris rak bedengan dari kawat atau bambu dengan rangka besi/bambu/kayu. Setiap baris terdiri dari 3-5 tingkat rak bedengan. Kumbung ini harus dilengkapi dengan jendela atau elektrik blower untuk sirkulasi udara, juga lampu (50 foot candle) yang dapat dipindah-pindahkan atau dicabut bila sedang dilakukan pasteurisasi dan dipasang saat pembentukan tubuh buah.Lampu TL daylite(neon) 60 watt sebanyak 2 buah dan dua pemanas (heater). Heater dapat digunakan untuk menjaga suhu ruang 32oC. [2]

 

Gambar 1.4 Layout Kumbung Jamur Merang


 2.3  Boiler (Ketel Uap)

Boiler atau ketel uap dapat dilakukan dengan menggunakan dua buah tangki air kapasitas 200 liter yang disambung dengan pipa bambu dan paralon ke dalam kumbung. Tangki berisi air diletakkan dengan cara dibaringkan diatas tungku diluar kumbung, kemudian disambung dengan pipa bambu (yang melekat pada tangki) dan pipa paralon tebal kedalam kumbung. Di dalam kumbung pipa ini berlubang-lubang untuk mengeluarkan uap air panas yang mencapai temperature 32oC yang berasal dari air tangki yang didihkan.Ukuran pipa paralon sekitar 2-3 cm (1 inci). Pipa paralon diletakkan diatas dasar kumbung ditengah-tengah ruangan.Setiap meternya diberi 8 buah lubang untuk mengeluarkan uap panas. Tangki berisi air 200 liter yang dihubungkan dengan pipa bambu cukup untuk memberikan uap panas dalam kumbung berukuran 4 m x 6 m x 2,5 m. [2]


Gambar 1.5 Boiler dengan Menggunakan drum untuk menghasilkan Gastifikasi yang akan dimasukan ke dalam Kumbung

3. Kesimpulan

       Dari pembahasan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan :

  •  Penggunaan proses gastifikasi yang dihasilkan boiler sangat baik digunakan untuk produksi jamur merang di dalam kumbung serta bisa digunakan sepanjang tahun tanpa ada pengaruh terlalu signifikan dari cuaca.
  • Sterilisasi kumbung untuk mencapai temperatur 70 oC pada jam ke 7
  • Pada proses pembibitan 8 hari dan pemanenan 16 hari, temperatur rata-rata dalam kumbung 27-30 oC yang dimana nilai temperature seperti ini sudah memenuhi kebutuhan temperatur untuk pertumbuhan jamur merang dalam kumbung.
  • Temperatur dan tekanan udara lingkungan sekitar kumbung masih berpengaruh terhadap temperatur kumbung, dimana pada saat malam dan pagi hari pada kamar 1 (T2) menjadi lebih rendah dan mendekati nilai temperatur lingkungan.
  • Produksi tertinggi jamur merang dalam kumbung terjadi pada hari ke 3 sampai hari ke 6 yang berkisar 28-33 kg.

0 komentar:

Post a Comment