Bantalan merupakan elemen mesin yang menumpu poros berbeban sehingga putaran dapat berlangsung secara halus, aman dan tahan lama. Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh sistem akan menurun atau tidak dapat bekerja secara semestinya. Bantalan dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Atas Dasar Gerakan Bantalan Terhadap Poros 2. Atas Dasar Arah beban dan poros 1. Bantalan Luncur Bahan bantalan luncur harus memenuhi persyaratan berikut : Tabel 1. Sifat-sifat bahan bantalan luncur. Bahan Bantalan Kekearasan Hn Tekanan maksimum yang diperbolehkan (Kg/mm2) Temperatur Maksimal yang diperbolehkan (ºC) Besi Cor Perunggu Kuningan Perunggu fosfor Logam Putih berdasarkan Sn Logam Putih berdasarkan Pb Paduan Cadmium Kelmet Paduan Alumunium Perunggu Timah Hitam 160 -180 50-100 80-150 100-200 20-30 15-20 30-40 20-30 40-80 0,3 - 0,6 0,7 – 2,0 1,5 – 6,0 0,6 – 1,0 0,6 - 1,0 1,0 - 1,4 1,0 – 1,4 1,0 – 1,8 2,8 2,0 – 3,2 150 200 200 250 150 150 250 170 100 – 150 220 - 250 Sumber : Sularso (109) 2. Bahan bantalan Umum a. Paduan Tembaga, termasuk dalam golongan ini adalah perunggu, perunggu fosfor, dan perunggu timah hitam, yang sangat baik dalam kekuatan, ketahanan terhadap karat, ketahanan terhadap kelelahan, dan dalam penerusan panas. Kekakuannya membuat bahan ini sangat baik untuk bantalan mesin perkakas. Kandungan timah yang lebih tinggi dapat mempertinggi sifat anti las. b. logam putih, termasuk dalam golongan ini adalah loga putih berdasar Sn (yang biasa disebut logam babit) dan logam putih berdasar Pb. Keduanya dipakai sebagai lapisan pada logam pendukungnya. 3. Bahan Untuk Bantalan Tanpa Pelumasan Bahan ini mengandung pelumas di dalamnya sehingga dapat dipakai sebagai bantalan yang melumasi sendiri. Bantalan semacam ini dipakai bila tidak memungkinkan perawatan secara biasa, yaitu : 3. Bantalan Luncur Hidrostatik Bantalan semacam ini dipakai dibantalan utama meesin pada mesin perkakas presisi tinggi, misalnya pada meja putar mesit bubut vertical besar. Bahan bantalan dapat berupa minyak atau udara. Dalam hal ini minyak dan udara dialirkan dengan tekanan kedalam celah bantalan untuk mengangkat beban dan menghindari keausan atau penepalan pada waktu mesin berputar dengan putaran yang sangat rendah atau waktu start dimana lapisan minyak yang tidak ada atau belum mempunyai tekanan yang cukup tinggi. 4. Bahan Bantalan Khusus a. Bantalan Kayu, bahan khas untuk bantalan ini adalah lignum vitas persyaratan yang penting selain ketahanan, juga harus bebas dari zat-zat yang merusak serta anti las. Bantalan kayu dipakai dalam mesin pengolahan makanan dan perusahaan susu. Juga sering digunakan pada pompa air dan baling-baling kapal dimana pelumasannya dilakukan dengan air. b. Bantalan karet,dengan air sebagai pelumas, bantalan karet mempnyai koefesien gesek yang rendah. Karet mempunyai ketahanan yang baik terhadap keausan. Selain itu juga dapat meredam bunyi dan getaran. Sebagai bantalan , dapat dipakai karet yang disemen atau karet melulu. Beban rata-rata yang dapat ditanggung adalah 0,5 (kg/mm²) atau kurang. c. Bantalan grafit karbon, grafit arang adalah bahan yang sepenuhnya dapat melumasi sendiri dan dapat bekerjda pada temperature tinggi. Karena secara kimia sanagt sukar bereaksi maka bahan ini mempunyai pemaikan yang sangat luas, penambahan serbuk babit, perak, atau tembaga, dapat memperbaiki sifat-sifatnya sebagai bantalan, perbedaan antara koefesien gesek kinetis (dalam keadaan bergerak) pada grafit karbon kecil. d.bantalan permata, pada alat ukur banyak dipakai bantalan dari batu akik seperti batu delima (ruby), batu nilam (sapphire). Batu nilam yang mengalamai perlakukan panas dapat menjadi sekeras intan. 5. Bahan Bantalan Gelinding Perkembangan teknik hampa pada akhir-akhir ini, telah dikembangkan baja bantalan cari hampa, baja macam ini tidak sesuai dengan produksi masa dan sangat mahal sehingga hanya dipakai dimana diperlukan baja murni. Produksi masa dari baja bantalan de gas hampa telah menghasilkan umur bantalan yang lebih panjang. Dalam proses ini, baja yang mula-mula dicairkan dalam udara, dikenakan tekanan hampa tinggi untuk mengeluarkan gas-gas yang terkurung du dalamnya. Proses ini diikuti dengan pembuatan igot Hal yang diperhatikan dalam perencanaan Bantalan Radial Misalkan terdapat suatu beban yang terbagi rata dan bekerja pada bantalan dari sebelah bawah. Panjang bantalandinyatakan dengan l (mm), beban persatuan panjang dengan w (kg/mm), dan beban bantalan dengan W (kg), serta reaksi pada tumpuan dihitung. Maka : W = wl (1) Besarnya momen lentur maksimum yang ditimbulkan gaya-gaya di atas adalah : M = wl²/2 = Wl/2 (2) Besarnya momen tahanan lentur untuk poros lingkaran pejal adalah z=πd³/32 dan dimana (kg/mm²) adalah tegangan lentur yang diizinkan maka (3) (4) Untuk bantalan, perbandingan antara panjang dan diameternya adalah sangat penting, sehingga dalam perencanaan perlu diperhatikan hal-hal berikut : Atas dasar hal-hal diatas dapat dipilih l/d yang akan dipakai , harga l/d tersebut terletak 0,4- 4.0 atau lebih baik antara 0,5-2,0 . Yang dimaksud tekanan bantalan adalah beban radial dibagi luas proyeksi bantalan. Jika dinyatakan dengan ρ (kg/mm²), beban rata-rata yang diperlukan adalah (5) Dicelah antara bantalan dan poros terdapat selaput minyak, selaput minyak ini bergerak karena tertarik oleh permukaan yang bergerak serta karena kekentalannya, Tegangan geser τ (dyn/cm²) dari minyak dinyatakan pada persamaan berikut : (6) Dimana adalah Viscositas (kekentalan) minyak (satuannya adalah dyn*s/cm² =poise = P) dan R (cm/s/cm) adalah kecepatan selaput minyak per satuan tebal selaput. Gaya Tarik (dyn) yang bekerja secara tangensial pada luas A (cm²). maka (7) 5. Pelumasan 5.1 Pelumasan Bantalan Luncur a. Kodisi Pelumasan Tergantung pada Keadaan, terdapat perlbagai kondisi pelumasan b. Bahan pelumasan Bahan pelumasan terdapat baik dalam keadaan cair, maupun dalam keadaan padat serta dalam keadaan berbentuk gas. Bahan pelumasan cair adalah yang terbanyak diterapkan, terutama minyak. Bahan yang juga penting adalah gemuk (grease) yaitu campuran minyak pelumas dan sabun logam. Gemuk lebih baik dari pada minyak untuk tap (journal) yang berputar perlahan dan jarang dan apalagi kalau tap itu berada diruang berdebu . Akhir-akhir ini juga ada tambahan semakin banyak gas (udara, asam karbon, oksigen , uap) yang memenuhi syarat sebagai bahan pelumasan pada kecepatan keliling tap sangat tinggi ( 100000 perp/meni dan lebih dapat dijumpai) dimana minyak akan mengembangkan terlampau banyak kalor, dimana poros harus berputar ditempat sama sekali tidak dimungkin dihampiri . c. Suplay minyak pelumas Dalam hal ini kita dapat bekerja dengan dua cara prinsip yang berbeda-beda. MInyak dapat suplai kepada tap dengan berselang atau terus menerus melalui sebuah lubang pelumas. Minyak dipress keluar antar metal, dibiarkan mengalir keluar , cara ini dinamakan pelumasan aliran dimana minyak keluar hilang. 5.2 Pelumasan Bantalan Gelinding Perlumasan bantalan gelinding dimaksudkan untuk mengurangi gesekan dan keausan pada elemen gelinding dan sangkar, membawa keluar panas yang terjadi serhta mencegah korosi dan masuknya debuk. Cara pelumasannya ada 2 macam,yaitu : Pelumasan gemuk lebih disukai karena penyekatnya lebih sederhana, semua gemuk bermutu baik dan memberikan umur panjang kepada bantalan, cara yang umum pada penggemukan adalah dengan mengisi bagian dalam bantalan dengan gemuk sebanyak mungkin, untuk ruang yang cukup besar. 6. Umur Bantalan a. Perhitungan Umur Bantalan Nominal Umur Nominal L (90 % dari jumlah sample, setelah berputar 1 Juta Putaran, tidak memperlihatkan kerusakan karena kelelahan gelinding) dapat ditentukan sebagai berikut : Jika C (kg) menyatakan beban nominal dinamis spesifik dan P (kg) beban ekuivalen dinamis, maka factor kecepatan adalah : Untuk bantalan bola (8) Untuk Bantalan rol (9) Faktor Umur adalah : Untuk umur bantalan (10) Untuk nominal adalah Untuk bantalan bola, (11) fh (13) dimana : Lh = umur bantalan = 10.000 jam tabel 2. bantalan untuk pemesinan beserta umurnya Tabel 3. Standart Bantalan Soal Latihan Sebuah poros tegak mempunyai telapak berdiameter 140 (mm) dan berputar pada 250 (rpm) besarnya gaya aksial adalah 1500 (kg) termasuk berat poros, rencanakan bantalannya Penyelesaian : = 0,17 [kg.m/(mm².s)] 2. Perencanaan Bantalan pada kopling kendaraan motor Suzuki Shogun 125 Daya : 9,5 Ps Putaran : 7500 rpm Diameter poros (ds) = 16 mm Bahan bantalan Dalam perhitungan ini diambil bahan 600.1. Bearing dengan nomor 6002 C15. Lihat tabel 4.1.3(Sularso,Elemen Mesin, hal. 143) Nomor Bantalan Ukuran luar Kapasitas nominal dinamis spesifik C (kg) Kapasitas nominal statis spesifik Co (kg) Jenis terbuka Dua sekat Dua sekat tanpa kontak d D B r 6000 6001 6002 6003 6004 6005 6001 ZZ 02 ZZ 6003 ZZ 04 ZZ 05 ZZ 6001 VV 02 VV 6003 VV 04 VV 05 VV 10 12 15 17 20 26 8 28 8 32 9 35 10 42 12 0,5 0,5 0,5 0,5 1 360 400 440 470 735 196 229 263 296 465 Dari tabel diperoleh data-data sebagai berikut: d = diameter dalam = 12 mm D = Diameter luar = 28 mm B = Tebal bantalan = 8 mm C = Kapasitas nominal dinamis spesifik = 400 kg Po = Xo . Fr + Yo . Fa (kg)……………Sularso,Elemen Mesin,hal.135) Dimana Xo Harga faktor pada garis tunggal Yo Maka diperoleh Xo = 0,6 Yo = 0,5 b. Beban radial (Fr) Fr = = = 136,06 kg Fa = Dimana D2 = Diameter luar plat gesek D1 = Diameter dalam plat gesek Pa = Tekanan permukaan yang diizinkan = 0,01 Maka : Fa = = 45,34 kg maka didapat Po = 0,6 × 136,06 + 0,5 × 4,5,34 = 81,636 + 22,67 = 14,306 kg Pr = X. V. Fr + Y. Fa (kg)……………Sularso, Elemen Mesin, hal.135) Dimana X = Faktor aksial = 0,56 Y = Faktor radial = 1,45 V = 1 (untuk pembebanan pada cincin dalam yang berputar) Fr = Beban radial = 136,06 kg Fa = Beban aksial = 45,34 kg Pr = 0,56 × 1 . 136,06 + 1,45 × 45,34 = 76,1936 + 65,743 = 141,93 kg n = 7500 rpm Fn = = = (0,00444)1/3 = 0,164 Faktor Umur Kedua Bantalan Dari tabel 4.41 didapat harga umur Lh untuk otomobil 5000-15000 jam dimana Lh = umur nominal bantalan fh = Umur nominal bantalan diambil 10000 jam, maka fh = = = 2,71 jam Cd = Dimana Pr adalah beban aksional ekivalen dinamis yaitu: Pr = X. Fr + Y . Fa Cd = Cd = 2345,30 kg
45-50
Untuk bantalan rol, (12)
(14)
Lowongan Kerja APOTEKER (PT Cosparmaindo ) Medan
13 hours ago






0 komentar:
Post a Comment