Inkubator Penghangat Bayi Darurat (Cute Inkubator kampus UI)

Tuesday, December 22, 2015
Bayi Prematur harus diberikan penanganan khusus yaitu membutuhkan kehangatan yang diterima oleh badan bayi dan panas ruangan 30 - 34 derajat celcius dimana tempat bayi ditempatkan, setelah lahir bayi prematur akan dimasukan kedalam inkubator yang bersuhu 33 derajat celcius untuk memperoleh kehangatan sehingga bisa membantu bayi prematur untuk menaikan berat badan bayi dan panjang bayi sehingga menjadi normal, namun penggunaan inkubator ini dikenakan biaya yang tidak sedikit dan tidak semua mampu untuk membayarnya. 

ketika dibawa pulang kerumah bayi tersebut membutuhkan temperatur di udara sekitar tubuh bayi berkisar 30 - 33 derajat celcius. Sudah tentu orang tua akan menyelimuti bayi dengan bedong dan mematikan AC dan kipas angin agar suhu di kamar bayi berada tetap kondisi hangat. namun hal ini tidak begitu effective karen pada jam dini hari tekanan udara di luar rumah akan turun sehingga udara dingin akan masuk kerumah dengan sistem konveksi alami baik dari ventilasi maupun dari lubang-lubang serta pintu yang terbuka sampai beberapa kali. 

Agar bayi tetap terjaga kondisi tubuh dengan suhu udara sekitarnya, maka diperlukan kehangatan khusus. Dengan melihat kondisi seperti ini tidak semua bayi prematur mendapatkan fasilitas inkubator dari rumah sakit. maka perlu ada penanganan darurat untuk bayi tersebut. Syukur alhamdulillah salah seorang profesor teknik mesin dari Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Universitas Indonesia, mengembangkan inkubator penghangat bayi darurat yang diberi nama CUTE INKUBATOR dan dapat dibuat dengan bahan sederhana untuk penangan daruratnya. dimana bayi dimasukan dalam kota yang tidak terlalu besar dan ruang kotak pada bayi tersebut akan diberi sinar lampu, lampu dengan daya 40 watt disinari kearah kaki sampai ke badan bayi yang telah dibalut kain bedong, dan pada mata bayi ditutup. baru kemudian secara perlahan panas dari lampu akan mengisi ruang kotak dan orang tua cukup mengukur temperatur didalam kotak tersebut.  
Model Inkubator Penghangat Bayi darurat dengan Kardus dan lampu 40 watt

Posisi bayi dan proses penghangat bayi dalam kardus inkubator darurat


SISTEM KERJA INKUBATOR
Metode inkubator sederhana ini bisa menggunakan bahan kardus atau plastik atau triplek yang mudah dapat ditemukan sekitar rumah bayi prematur, Inkubator darurat ini bisa dibuat oleh orang tua bayi  yang telah mendapat penanganan paska melahirkan di rumah sakit setempat, biasanya bayi prematur  dimasukan  dalam inkubator di rumah sakit sesuai prosedur dalam jangka waktu 2 sampai 3 minggu tergantung kemampuan keuangan dan kondisi berat badan bayi bisa naik atau tidak. 


Untuk menjaga suhu yang diterima bayi preamtur setelah berada dirumah dengan temperatur 33 derajat celcius maka orang tua bisa membuat inkubator penghangat darurat sederhana ini dengan ketentuan bayi tetap dalam pengawasan dan lampu yang digunakan tidak menyinari bagian tepat di mata cukup bagian perut dan kaki dan posisi bayi tidur terlentang dengan dibalut oleh kain bedung (seperti digambar). Pada sisi kanan kiri kardus atau platik diberi lubang sehingga panas yang diterima bayi mengalir bersama aliran udara dan ini membuat panas dalam kardus akan berpindah secara konveksi alamiah.

Untuk membuat bayi prematur tersebut nyaman, harus sering-sering juga bayi permatur di gendong untuk memberikan kehangatan dari tubuh si ibu, karena dengan menggendong bayi prematur ini sangat mendukung kesehatan dan kebutuhan bayi untuk menaikan berat badannya ke kondisi berat badan normal. Jika berat badan bayi sudah sampai 2.5 kg tidak memerlukan inkubator lagi sebagai penghangat ,namun cukup di gedong dan dibalut sama kain bedong. Metode gedong bayi sebagai penghangat berdasarkan teori kantong bayi kangguru.

PENGEMBANGAN INKUBATOR DARURAT
Metode inkubator penghangat bayi darurat ini sebenarnya sudah lama dikembangkan untuk emergency saja di daerah-daerah yang jauh dari rumah sakit atau pukesmas yang menyediakam layanan inkubator dan jika layanan inkubator membutuhkan biaya mahal.Metode dengan kotak dan plastik ini menjadi bagian penelitian prof. Raldi dari UI untuk penanganan BAYi prematur di daerah yang tidak terjangkau bantuan peminjaman inkubator gratis. Mereka kasih nama dengan "Cute Inkubator" yang menggunakan kotak plastik. sehingga lebih menarik,aman dan mudah dipindah-pindahkan. 


Terlampir foto-foto model inkubator darurat "Cute Inkubator" yang dikembangkan di Departemen Teknik Mesin di Universitas Indonesia yang dilengkapi dengan thermometer digital kecil untuk mengukur suhu didalam kotak cute inkubator.


 
Gambar 3. Model Cute Inkubator sederhana dengan kotak plastik

Gambar 4. Model Cute Inkubator sederhana tampak samping
Gambar 5. Bayi prematur setelah dibalut dengan kain bedong dalam cute Inkubator


Gambar 6. Proses penghangatan dalam Inkubator penghangat bayi dengan lampu 40 watt

Gambar 7. bayi tertidur ketika hangat dalam cute inkubator membuatnya nyaman


Gambar 8. Bayi yang bernama Varel berada dalam inkubator penghangat darurat dengan 2 lampu 40watt


Metode ini bisa digunakan oleh siapun dan dimanapun, agar setiap bayi premature bisa terbantu dengan membutuhkan kehangatan agar bisa menaikan berat badan. bagi yang membutuhkan silahkan dipraktekan serta terus diawasi dan tetap berkonsultasi dengan dokter, perawat atau bidan setempat. 


Untuk diskusi lebih lanjut silahkan menghubungi :

Profesor Raldi Antono Koestoer
email : koestoer@eng.ui.ac.id
sms : 0856-5931-2070
Whatsapps/Telpon : 0816-1992-186


referensi : 

https://koestoer.wordpress.com/2012/08/07/inkubator-grashof/

https://koestoer.wordpress.com/2013/09/03/inkubator-penghangat-bayi-darurat/

https://koestoer.wordpress.com/2012/08/07/inkubator-grashof/

0 komentar:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Dari Sini Dimulai