Be Fighting Ustazd

Saturday, June 6, 2009

Be fighting Ustazd, ini kata yang keluar dari mulut seorang bapak kepada kawan-kawan anaknya yang berstatus Ustazd, Anaknya sendiri merupakan Seorang Ustazd yang luus pendidikan dari negeri Yaman. Kemudian dia menceritakan kisah seorang anaknya lagi kepada para ustazd ini.

Dan Bapak ini pun memberi nasehat kepada para ustazd yang ada didepan dia “Ustazd merupakan salah satu media pembentuk umat dan membentuk kader-kader islam yang berpegang teguh kepada Al-Quran and As sunnah. Namun bayak dilihat ustazd-ustazd yang tidak ada bobotnya, dia hanya mampu mengusai ilmu agama saja, tanpa ada ilmu-ilmu lain sebagai pendukung, jadi banyak ustazd yang kehilangan karismanya sebagai seorang ustazd padahal uztazd sendiri adalah tokoh panutan oleh masyarakat,” tegas bapak tesebut kepada para ustazd yang duduk dihadapannya.

Kemudian Bapak tadi melanjutkan nasehatnya, “ada anak saya satu orang namanya Aji, dia saya beri pendidikan agama agar dia menjadi Ustazd seperti abangnya, tapi saya juga memberi dia Kebebasan untuk mengikuti Olah raga bela diri yang mau, dan Aji Memilih kendo olah raga trandisional Jepang. Dan si Aji ini sendiri menjadi salah satu Pemain Kendo terbaik dan akan mewakili Indonesia dalam kejuaran International di Jepang.dan si Aji ini djuluki teman-temannya si Pedang cepat. Dan saya juga mengjurkan dia untuk terus belajar Ilmu agama dan berdakwah agar dia Menjadi seorang Ustazd yang tidak hanyak mempunyai kepitaran dalam Ilmu agama saja, tapi dia dapat menerapkan Ilmua agama yang dipelajari dengan kelebihan skill yang dimiliki.” Tegas Bapak tersebut.

Kemudian salah seorang Ustazd menerangkan juga, hal ini banyak terjadi dizaman Rasulullah, banyak para sahabat yang memiliki kelebihan lain dan disamping kemampuannya dalam Ilmu agama yang tidak diragukan lagi. Dan kadang kala skill atau keahlian lain ini bisa menjadi pemersatu Umat. Ustazd ini kemudian mencontohkan pada Masa Rasulullah dan Umat Islam hizrah ke Madinah dari Mekkah, maka umat islam yang hijrah ini disebut Muhajirin diterima dengan baik oleh masyarakat Madinah yang disebut kaum anshar, Nah karena mereka memiliki perbedaan kebudayaan, Rasulullah pada saat itu bingung bagaimana menyatukan mereka, kaum Anshar dikenal pandai bertani, dan kamu muhajirin pandai berdagang, dan akhirnya mereka bekerja sama dalam bidang pertanian dan perdagangan, sehingga mereka menjadi rukun dan damai.” Ujar Ustad ini.

Dan Ustazd ini pun menambahkan, banyak sahabat Rasulullah yang memiliki Keahlian, sebut saj Ustman Bin Affan, disamping memiliki kelebihan dalam memahami ajaran Islam yang dibawa Rasulullah, Ustman juga memiliki keahlian dalam berdagang, biasanya Ustman pergi berdagang dengan membawa beberapa ekor unta saja, dan kemudian kembali dengan membawa banyak unta beserta keuntungan dari berdagang, kemudian hasil keuntungan berdagang itu di berikan kepada orang-orang miskin yang membutuhkan dan serta digunakan untuk keperluan perang melawan kafir quraishi. Dan semua orang tau bagaimana kesalehan Utsman bin Affan. Serta banyak lagi sahabat-sahabat Rasulullah, seperti Umar yang jujur, berani dan siap mati untuk melindungi Rasulullah, dibalik itu umar sendiri mempunyai keahlian lain yaitu dalam bermain pedang dan keberanian yang luar biasa, sehingga banyak yang takut dan segan kepadanya.

Sang bapak kemudian menambahkan, disamping kalian sebagai ustazd atau orang umum yang memiliki kelebihan merupakan kader pemimpin dan ulama untuk membawa masyarakat agar tidak terlalu jauh dari ajaran islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan As Sunnah, sudah selayaknya memiliki keahlian lain, dan kalau bisa membuat kajian bukan hanya dalam sebatas Al Quran buat di Baca, tapi coba buat masyarakat kita ini, dengan membaca dan mengkaji kemudian coba setiap kajian ini di aplikasi dalam masyrakat, seperti Kebersihan lingkungan, tata cara berdagang, ukhuwah, dan cara memanfatkan harta sebaik-baiknya, dan itu diperkuat dengan Hadist Rasulullah.” Demikian tutur bapak ini kepada ustazd-ustazd yang merupakan teman anaknya yang juga Ustazd.

Jadi banyak inti yang dapat diambil dari diskusi diatas, diantaranya

  • Sebagai manusia kita harus menyampaikan ilmu yang kita kepada orang lain, kemudian mencoba mengaaplikasikan apa yang kita pelajari dari Al-Qur’an dan Hadist,

  • Ban kita tidak hanya memiliki kemampuan dalam hal ilmu dunia saja, tapi harus diembangi dengan ilmu agama,

  • Begitu juga sebaiknya kalau mengusai ilmu agama sebaiknya harus diembangi dengan ilmu dunia, sehingga dapat diaplikasikan dengan baik.

  • Sebaiknya kita sebagai umat, alangkah baiknya memiliki sedikitnya 2 skill dan kemampuan khusus sehingga nantinya kita dapat memanfaatkan skill kita dan mungkin dapat membantu orang lain ketika orang lain ada kesusahan.

Wa… sudah dulu deh, nanti kepanjangan, takutnya nanti gak senggup dilakuin semua, hehehehehe… maaf jika ada point-point yang salah, namanya aja manusia, karena yang benar itu datang dari Allah SWT, dan kalau salah pun memang salah diri ini. Salam.

0 komentar:

Post a Comment

 
 
 
 
Copyright © Dari Sini Dimulai